By | September 29, 2020

Jika sebagai orang tua memiliki tujuan hidup, dapat menjalani hidup sebagai individu dan didorong melalui bagaimana cara kita hidup, bicara, mencintai, dan mengekspresikan diri, maka anak-anak pun akan mengikutinya. Mereka akan hidup dengan standar cinta yang kita miliki untuk diri sendiri dan disiplin yang ditanamkan di rumah. Karena itu, sekolah sebagai salah satu pilar pendidikan dan pengasuhan anak, harus bisa ikut berperan mengajarkan anak untuk bisa menghargai perbedaan dan toleransi. Bila anak sudah bisa menerima perbedaan, maka akan lebih mudah bagi orang tua untuk mengajarkan toleransi.

Menghargai orang

Untuk mewujudukan budaya saling menghormati dalam keluarga, peran keluarga secara keseluruhan sangat berpengaruh. Pasalnya, jika hanya anak yang menghormati orang tua, budaya saling menghormati tersebut tidak akan terwujud dengan sempurna. Sudah sepantasnya seluruh anggota keluarga memiliki kesadaran untuk menghormati satu sama lain. Ingat setiap individu adalah sebuah pribadi yang unik, dia mempunyai karakter dan keistimewaan masing-masing. Kadang kita baru menyadari keistimewaannya, saat orang itu tiada. Sikap menghormati dan menghargai orang lain, tidak hanya berlaku untuk orang yang memiliki pangkat atau jabatan yang lebih tinggi atau yang usianya di atas kita.

Penyebab lain yang menyebabkan seseorang sulit menghargai orang lain adalah selalu merasa dirinya di atas atau menganggap dirinya lebih tinggi atau hebat dari orang lain. Ini mungkin dipengaruhi oleh adanya kelas-kelas sosial pada zaman dahulu. Sikap stereotip adalah sikap yang cenderung menganggap dirinya lebih berharga dari yang lain. Hal ini masih banyak dijumpai dalam praktik dan realitas hidup zaman sekarang.

Menurut Kerr, kebahagiaan pribadi dapat memberikan pengaruh positif pada kinerja di kantor. Dalam pertandingan olahraga, pastinya setiap anak ingin menang. Namun, penting untuk dipahami bahwa kemenangan yang sebenarnya adalah ketika ia telah kerja keras melakukan yang terbaik dan bertanding secara sportif. Untuk membangun karakter anak ini, Ibu bisa memberinya pelukan dan tunjukkan rasa bangga karena ia telah bertanding secara jujur.

Untuk itu, salah satu cara menghargai orang lain adalah peka terhadap perkataan mereka. Jika ada indikasi merasa tidak nyaman atau sedang tidak ingin diajak berbicara, tinggalkan dulu untuk memberi mereka ruang. Cara menghargai orang lain ketika berinteraksi secara langsung bisa dengan mencoba jadi pendengar yang baik. Beri waktu yang cukup hingga orang lain menuntaskan penuturan mereka. Selain itu, berikan jeda sejenak sebelum merespons untuk memberi ruang bagi lawan bicara berekspresi.

Yuk belajar mengapresiasi orang lain dengan kumpulan kata bijak menghargai orang lain berikut ini. Berikan pujian positif terhadap perilaku menghargai orang lain yang telah ia tunjukkan. Kerendahan hati untuk menghargai orang lain yang berbeda baik dari agama, suku maupun faktor lainnya harus tetap dijaga. Sama halnya dengan Tuhan kita Yesus Kristus, yang tidak memandang berbeda umat-Nya, karena semuanya sama di hadapan-Nya.

Bahkan, Ibu juga bisa mendorong anak untuk menyemangati lawannya yang kecewa karena kalah. Cara ini dapat membangun empati anak terhadap orang lain. Biasakan juga anak menunjukkan rasa hormat dengan cara bersalaman setelah pertandingan, baik ketika kalah maupun menang. Hadiah terbaik yang dapat diberikan pada anak adalah mencintai diri sendiri.

Pasal 28E ayat UUD 1945 juga menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan. Selain itu dalam Pasal 28I ayat UUD 1945 juga diakui bahwa hak untuk beragama merupakan hak asasi manusia. Selanjutnya Pasal 29 ayat UUD 1945 juga menyatakan bahwa Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama. Baru sekitar 10% rumah tangga di Indonesia yang mengerti dan menggunakan pemanas air , sehingga masih ada peluang bagi Ariston untuk mengisi pasar tersebut. Selain itu, Indonesia merupakan growing market, jadi saya optimistis penjualan Ariston di Indonesia tetap tumbuh positif.