By | October 3, 2020

Namun tetap harus diingat, belilah barang yang benar-benar dibutuhkan saja. Jangan mentang-mentang banyak diskon kemudian ‘kalap’ membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan, karena perilaku tersebut bukanlah penghematan tetapi justru pemborosan. Ada banyak hal yang menjadi penyebab orang berbelanja dan mengeluarkan sejumlah uang di luar kebutuhannya. Hal ini akan sangat tergantung pada kebiasaan orang tersebut. Sebagian orang malah berbelanja hanya karena mereka memiliki banyak waktu luang di luar jam kerja yang mereka lakukan, hal ini dimanfaatkan untuk belanjademi mengusir kebosanan.

Tips ini disebut sebagai aturan forty eight jam yaitu ketika Anda menemukan sebuah barang untuk dibeli, maka tunggulah sampai dua hari sebelum memutuskan untuk membeli atau tidak. Hampir sama dengan Dominic Aarsen selaku pakar keuangan asal Australia dan founder dari ‘Make The Most of Your Money’ yang justru mempunyai ideas 2 menit. Artinya Anda sebaiknya menunggu sampai 2 menit sebelum memutuskan layak tidaknya suatu barang untuk dibeli.

mengurangi gaya hidup boros

Buktikan kalau Anda bisa menjadi karyawan yang profesional sekaligus cerdas mengimplementasikan literasi finansial bagi diri sendiri. Dominic Aarsen juga menyebutkan bahwa kebiasaan minum kopi di kafe ataupun memesan makanan merupakan penghambat hidup hemat. Oleh sebab itu belajarlah untuk membawa bekal serta air minum pada saat ke kantor atau bepergian. Hal ini mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap cara menghemat uang. Gaya hidup konsumtif bisa kamu lakukan dengan bisa mulai berpikir untuk menyimpan sejumlah uang untuk ditabung. Tekanlah pengeluaran yang tidak perlu dan buatlah perencanaan keuangan yang ketat.

Di era teknologi canggih seperti saat ini tuntutan hidup semakin tinggi. Siap tidak siap kita harus bisa mengikuti perkembangan teknologi yang begitu pesatnya agar tidak ketinggalan zaman. Saat ini peradaban manusia telah sampai pada kehidupan yang serba trendy. Hal ini tak lepas dari dukungan teknologi yang berkembang di setiap lini kehidupan.

Jika Anda tinggal di kosan, maka sebaiknya untuk makan di tempat yang terjangkau, bahkan akan lebih baik jika Anda memasak sendiri. Hal ini bertujuan agar Anda bisa mengurangi anggaran dan uangnya bisa dialokasikan untuk menabung. Meskipun Anda harus menghemat, usahakan untuk tidak terlalu sering mengkonsumsi mie instan karena akan berdampak buruk untuk tubuh Anda. Dilansir What to Expect, Bunda bisa hemat lebih banyak biaya jika memutuskan untuk menyiapkan sendiri kebutuhan anak seperti dengan menyusui, memasak sendiri makanan bayi, dan menggunakan popok kain.

Dengan menanamkan tujuan tersebut ke dalam pikiran bawah sadar, dorongan untuk menabung akan semakin kuat. Menabung akan terasa sangat sulit jika Anda tidak memiliki tujuan yang jelas. Saat Anda memiliki tujuan, motivasi Anda akan bangkit bahkan tetap terjaga.

Untuk bisa menghentikan pengeluaran yang berlebihan dari adanya perilaku konsumtif, Anda harus lebih dulu mengetahui apa pemicunya. Cari tahu pemicu berdasarkan waktu dan suasana hati, lingkungan Anda berada, atau pola gaya hidup. Untuk mencegah pengeluaran yang lebih besar sebaiknya Anda langsung pulang setelah berbelanja. Hal ini untuk menghindari Anda berkeliling dan membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Perut yang lapar, sangat berpotensi membuat Anda berbelanja tanpa menghiraukan daftar. Itu artinya, hindari berbelanja di tanggal muda atau siang-sore hari.

Sehingga Anda bisa merasa pas, memadai, dan tidak mudah tergoda untuk terus-menerus melakukan pembelian. Saya juga berusaha melakukan tips-tips diatas untuk menghemat uang. Meenurut saya kunci utama agar berhasil adalah komitmen dan konsistensi diri kita. Bila kita sudah berkomitmen untuk melakukan penghematan langkah selanjutnya konsistensi untuk menjalankan secara disiplin. Meskipun begitu Chris Whitlow yang merupakan CEO dari sebuah perusahaan pendidikan keuangan mempunyai satu ideas yang cukup ampuh, terutama bagi para penggila buying.

Dengan mengetahui hal seperti ini,maka kamu bisa memperkecil lingkup kebiasaan belanja yang kamu lakukan. Hal ini perlu dilakukan agar kita bisa mengontrol dan mengatur pengeluaran kita saat sedang berbelanja. Sikap boros tentu tak baik bagi kesehatan finansial ke depannya. Orang akan lebih memilih untuk membelanjakan uangnya dibanding dengan menginvestasikannya. Lagi-lagi tanpa disadari sikap boros tersebut justru menjerumuskan dalam kemiskinan dan jeratan utang.