By | September 1, 2020

COVAX akan menggunakan kekuatan kerja samanya untuk melakukan negosiasi dengan harga yang kompetitif dari produsen vaksin kemudian mendistribusikan kepada negara yang berpartisipasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Kedatangan Vaksin Covid-19 Tahap 30 menuturkan, Pemerintah selalu memastikan keamanan , mutu , dan khasiat untuk seluruh jenis vaksin yang diperoleh. Vaksin yang disediakan di Indonesia melalui proses evaluasi oleh Badan POM dan rekomendasi dari ITAGI, WHO, dan para ahli. Vaksin yang sudah diterima Indonesia sampai saat ini total sekitar 173,1 juta dosis, yaitu Vaksin jadi Sinovac three juta dosis, Astra Zeneca 14,9 juta dosis, Sinopharm 6 juta dosis, Moderna 4,5 juta dosis.

Jika ditambah kedatangan pada hari ini, total vaksin Sinovac dalam bentuk bulk yang sudah diterima sebanyak one hundred forty four,7 juta. JAKARTA – Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa jumlah penduduk Indonesia yang sudah mendapatkan dosis vaksin Covid-19 secara lengkap sudah lebih dari 20 juta. Adapun, untuk bisa mencapai kekebalan kepompok, pemerintah menargetkan sebanyak 208,2 juta penduduk Indonesia disuntik vaksin Covid-19. Menurut Menko Perekonomian, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa vaksinasi Covid-19 adalah langkah krusial untuk menentukan kesuksesan pemerintah untuk keluar dari pandemi ini, sehingga percepatan vaksinasi perlu dilakukan demi mencapai kekebalan komunal.

Oscar mengatakan bahwa pengadaan itu dilakukan lewat berbagai upaya termasuk jalan bilateral, dibarengi dengan pengembangan vaksin dalam negeri Vaksin Merah Putih. Untuk mencapainya, pemerintah berkomitmen untuk terus memenuhi kebutuhan vaksin melalui komunikasi intensif ke negara-negara produsen vaksin Covid-19. Pasalnya, Lampung masih kekurangan dosis vaksin untuk disuntikkan kepada warganya. Namun, karena masih tergolong jenis vaksin baru, berbagai penelitian dan evaluasi masih tetap perlu dilakukan untuk menilai efek vaksin dalam jangka panjang pada manusia. Pembuatan vaksin COVID-19 telah dilakukan di berbagai negara, termasuk Indonesia melalui Lembaga Eijkman. Selain itu, pemerintah Indonesia juga melakukan kerja sama dengan four produsen vaksin, yaitu AstraZeneca dari Inggris, serta Sinovac, Sinopharm, dan CanSino dari China.

Bagi negara-negara peserta, keikutsertaan dalam kerja sama COVAX menjadi jaminan untuk mengamankan ketersediaan vaksin bagi mereka. Negara-negara yang bergabung dengan fasilitas ini diberi kesempatan untuk membeli vaksin antara 20 hingga 50 persen dari jumlah populasi mereka. Uang urunan yang dikumpulkan dari tiap negara peserta akan dilihat sebagai gambaran permintaan vaksin bagi negara tersebut. Selanjutnya, menurut Jokowi, Indonesia akan kedatangan 290 juta bahan baku vaksin Covid-19, yang selanjutnya akan diproduksi PT Bio Farma menjadi vaksin.

Kelompok penduduk berusia di bawah 18 tahun dapat diberikan vaksinasi apabila telah tersedia information keamanan vaksin yang memadai dan persetujuan penggunaan pada masa darurat atau penerbitan nomor izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan . Sebagai tahap awal, pemerintah akan memprioritaskan program vaksinasi kepada garda terdepat perlawanan terhadap Covid-19, yakni paramedis, pelayan publik, serta TNI/Polri dan aparat penegak hukum. Mengenai rencana penyuntikan, BGS menjabarkan bahwa rencananya vaksinasi akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dengan periode vaksinasi mulai Januari-April 2021 akan diprioritaskan bagi 1,three juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik. BGS merinci dari four hundred juta dosis tersebut, 100 juta dosis vaksin berasal dari Sinovac, one hundred juta dosis dari Novavax, 100 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, dan one hundred juta dari Pfizer.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh informasi yang disampaikan publik itu betul-betul akurat. Masyarakat diminta untuk bersabar dan selalu cermat dalam menerima informasi yang benar.” “Pemberitahuan aspek vaksinasi yang bersinggungan dengan masyarakat akan didiseminasikan secara transparan secara bertahap. Sehingga jika belum diumumkan secara gamblang oleh Pemerintah, maka hal tersebut masih dalam tahap rumusan,” tambahnya. “Bapak Presiden Joko Widodo menekankan bahwa vaksinasi COVID-19 adalahgame changer, yaitu langkah krusial untuk menentukan kesuksesan kita untuk keluar dari pandemi ini,” ujarnya. Konsekuensinya, dari sisi anggaran Presiden meminta Kementerian Keuangan memprioritaskan anggaran untuk menyiapkan vaksinasi sehingga tidak ada alasan bagi masyarakat untuk tidak mendapatkan vaksin. Di Asia Tenggara, pada waktu yang sama terdapat tiga negara yang terlibat kerangka COVAX dengan ikut memberikan dukungan dana, yakni Indonesia, Singapura, dan Thailand.

Total terdapat a hundred and sixty juta orang yang akan masuk dalam program vaksinasi nasional dengan kebutuhan 320 juta dosis vaksin. Dari tempat penyimpanan di tingkat kabupaten atau kota, vaksin, peralatan pendukung, serta logistik lain didistribusikan ke puskesmas, klinik, rumah sakit, atau pos pelayanan vaksinasi yang telah ditetapkan sebagai tempat pelayanan vaksinasi Covid-19. Distribusi dilakukan dengan menggunakan mobil boks atau mobil puskesmas keliling. Pada saat didistribusikan, vaksin ditempatkan pada cold box atau vaccine service. Distribusi juga dapat menggunakan alat transportasi vaksin lainnya yang sesuai dengan jenis vaksin Covid-19.

“Dengan begitu, kita harapkan Januari 2020 kita sudah mulai vaksinasi,” katanya. Kedatangan itu akan mendorong pemerintah terus berupaya melakukan distribusi untuk memastikan program vaksinasi COVID-19 berjalan dengan baik. Dia memastikan bahwa upaya percepatan dan penguatan program vaksinasi oleh pemerintah juga terus dilakukan.

Selain itu, produk vaksin juga harus dijamin melalui evaluasi persyaratan mutu dan pemastian pembuatan vaksin sudah sesuai dengan cara pembuatan obat yang benar . Selain menetapkan jenis vaksin yang akan digunakan, pada 16 Desember 2020, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa vaksin Covid-19 akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia. Untuk mendukung hal itu, Presiden meminta kabinet, lembaga, dan pemda untuk memprioritaskan anggaran vaksinasi untuk anggaran 2021.